Senin, 30 Desember 2013

Kecepatan Potong Pada Pembubutan

Yang dimaksud dengan kecepatan potong (CS) adalah kemampuan alat potong menyayat bahan dengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang /waktu (m/menit atau feet/menit).
Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku (Tabel 2), maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/benda kerja. Dengan demikian rumus untuk menghitung putaran menjadi:
D  =  diameter pisau/benda kerja (m)
n  =  kecepatan putaran pisau/benda kerja (rpm) 

Karena satuan Cs dalam meter/menit sedangkan satuan diameter pisau/benda kerja dalam millimeter, maka rumus menjadi :

 Untuk selengkapnya silahkan diunduh disini
Read More ->>

Sabtu, 21 Desember 2013

CARA PENGOPERASIAN MESIN BUBUT

A.    Cara menghidupkan dan Mematikan Mesin Bubut
Cara menghidupkan mesin bubut yaitu menekan tuas on/ off pada mesin bubut sehingga spindle dapat berputar. Ada beberapa yang di perhatikan dalam menghidupkan mesin bubut diantaranya, emergency harus di setel keluar dan tutup spindle harus di tutup. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka mesin (spindel) tidak akan hidup.

B.    Cara mengoperasikan dan Mengendalikan Putaran Spindle
Cara mengoperasikan dan mengendalikan putaran spindle adalah mengatur tuas pengatur kecepatan spindle sesuai dengan plat tabel yang sudah ada pada mesin bubut.

C.    Cara Mengoperasikan Supor atau Eretan
Cara mengoperasikan eretan yaitu dengan memutar eretan kekanan ataupun kekiri, sesuai dengan pemakanan yang ingin dilakukan.

D.    Cara Mengoperasikan Mesin Bubut
  1. Siapkan peralatan dan perlegkapan yang akan digunakan
  2. Cek kondisi / kesiapan mesin
  3.  Masukkan sumber utama arus
  4.  Atur putaran spindel yang akan digunakan sesuaikan dengan material yang digunakan (ditentukan melalui perhitungan atau tabel  cutting speed)
  5. Pasang senter putar pada kepala lepas
  6. Pasang pahat dengan ujung sayat setinggi ujung senter
  7. Pasang / cekam benda kerja
  8. Dekatkan pahat pada ujung benda kerja yang akan disayat
  9. Hidupkan mesin dengan tombol / saklar  pengendali dan Lakukan penyayatan

Read More ->>

Jumat, 20 Desember 2013

Aksesori dan Perlengkapan Mesin Bubut

Setelah mengenal chuck rahang tiga dan chuck rahang empat, sekarang akan kita lanjutkan mengenal beragam perlengkapan atau aksesoris mesin bubut yang lainnya. Tanpa berlama-lama,inilah alat-alat bantu yang sering dipakai pada pengoperasian mesin bubut.

Senter Putar dan Senter Mati

Digunakan untuk membantu menyangga ujung sebuah benda kerja yang berbentuk shaft atau as atau poros. Dengan tujuan agar ketika dibubut,benda tersebut tidak goyang,bengkok,bergetar atau pun lepas. Tentunya sebelumnya ujung dari as tersebut diberi lubang untuk tempat senter.

Senter Pipa
Digunakan dengan maksud yang sama dengan penggunaan senter putar namun senter pipa dikhususkan untuk pipa atau as yang memiliki lubang yang tidak bisa disokong dengan senter putar biasa.

Catok bor (Drill Chuck)
Kalu yang ini pasti semua sudah pada tahu. Ya,ini adalah pencekam mata bor dan yang di gambar di bawah adalah yang kapasitasnya bisa mencekam dai diameter 1,5-13mm. Biasanya ada juga yang 1-10mm dan yang bisa mencekam dai diameter 3-16mm.
Di bagian tutorial yang lain sudah kita bahas tentang cara mengebor di mesin bubut,jadi disini tidak akan kita bahas lagi.

Collet Chuck
Chuck model ini digunakan untuk mencekam mata bor dalam suatu diameter tertentu saja. Dia hanya punya setelan mengendur dan mengencangkan untuk satu ukuran tertentu saja. Karena itu,proses pergantian benda yang memiliki ukuran sama di catok imi menjadi lebih cepat. Biasanya dalam satu set terdiri dari beberapa collet seperti gambar berikut.

 

Adaptor Atau Sarung

Tangkai senter,mata bor dan tangkai chuck bor memiliki beberapa tingkat ukuran. Agar kita bisa menggunakan semuanya di kepala lepas mesin bubut kita, maka kita perlu menggunakan adaptor. Misalnya,jika kita hendak memasang mata bor 32mm langsung di kepala lepas mesin bubut kecil tidak akan muat,maka kita perlu sarung pengurang diameternya seperti gambar berikut. Begitupun sebaliknya,jika kekecilan maka kita pakai sarung penambah.



Penyagga Tetap (Steady Rest)
Digunakan untuk membantu memegang benda yang panjang yang akan mendapat pengerjaan dibagian ujungnya. Dipasang pada bed mesin dengan dikunci mur baut. Bagian yang memegang benda kerja dibuat dengan bronze atau kuningan sehimgga tidak banyak merusak benda kerja. Namun begitu harus teatap dilumasi selama pemakaian/


Penyangga Berjalan (Follow Rest)
Digunakan untuk membantu memegang benda kerja dengan diameter relatif kecil dan relatif panjang. Dipasang pada eretan melintang/cross slide sehingga ikut bergerak sepanjang bed mesin. Sama halnya dengan penyangga tetap,ini pun harus dilumasi selama pemakaian.
Read More ->>

Bagian-bagian Mesin Bubut



Setelah sebelumnya posting tentang pengertian mesin bubut dan macam-macam jenis mesin bubut maka kurang lengkap sekiranya tidak membahas bagian-bagian mesin bubut sendiri,,, jadi pada kesempatan kali ini kita bahas tentang bagian-bagian mesin bubut...
Oke simak ya..
Pada mesin bubut ada beberapa bagian dan fungsinya yang harus diketahui yaitu:
  1. Tuas pengatur kecepatan transportir dan sumbu pembawa fungsinya untuk mengatur kecepatan putaran transportir dan sumbu pembawa.
  2. Pelat tabel fungsinnya sebagai pedoman untuk mengatur tuas kecepatan trasportir dan kecepatan putaran pada mesin bubut.
  3. Tuas pengubah pembalik transportir dan sumbu pembawa fungsinya untuk mengatur arah putaran poros mesin bubut.
  4. Kepala tetap didalam kepala tetap terdapat roda gigi atau transmisi untuk mengatur kecepatan pada mesin bubut serta beberapa tuas yang diperlukan.
  5. Tuas pengatur kecepatan sumbu utama fungsinya untuk mengatur kecepatan putaran sumbu utama pada mesin bubut.
  6. Sumbu utama fungsinya sebagai kedudukan CHUCK (PENJEPIT)
  7. Bad mesin pada mesin terdapat eretan serta kepala lepas dan lainnya.
  8. Eretan fungsinya untuk kedudukan dan pembawa pahat pada mesin bubut.
  9. Penjepit pahat fungsinya untuk kedudukan atau tempat penjepit pahat.
  10. Eretan atas fungsinya penggeser pahat bubut dan membuat bidang tirus.
  11. Keran pendingin fungsinya tempat menyalurkan coolant
  12. Kepala lepas fungsinya sebagai kedudukan chuck bor serta untuk pendukung ketika pembubutan di antara 2 senter.
  13. Pengikat kepala lepas fungsinya untuk mengunci agar kedudukan kepala lepas tidak bergeser.
  14. Tuas eretan bawah fungsinya untuk menggeser eretan kesamping\memanjang.
  15. Eretan tuas,eretan tengah fungsinya menggeser eretan tengah secara melintang atau maju dan mundur.
  16. Tuas eretan atas fungsinya menggeser posisi pahat menyamping atau kesamping.
  17. Tombol ON/OFF fungsinya untuk menghidup dan mematikan mesin.
  18. Pedal rem fungsinya untuk menghentikan putaran pada mesin bubut dgn cepat
  19. Tuas penghubung otomatis fungsinya untuk mengaktifkan pergeseran eretan secara otomatis.
Read More ->>

Senin, 16 Desember 2013

MESIN BUBUT DAN MACAM-MACAM MESIN BUBUT


Mesin Bubut (Turning Machine)
Proses bubut merupakan proses pengerjaan material dimana benda kerja dan alat pahat bergerak mendatar (searah meja/bed mesin), melintang atau membentuk sudut secara perlahan dan teratur baik secara otomatis atau pun manual. Pada proses pembubutan berlangsung, benda kerja berputar dan pahat disentuhkan pada benda kerja sehingga terjadi penyayatan. Penyayatan dapat dilakukan kearah kiri atau kanan,sehingga menghasilkan benda kerja yang berbentuk silinder. Jika penyayatan dilakukan melintang maka akan menghasilkan bentuk alur, pemotongan atau permukaan yang disebut facing (membubut muka).

Selain dapat dilakukan kearah samping dan kearah melintang, penyayatan dapat juga diarahkan miring dengan cara memutarkan eretan atas sehingga menghasilkan benda kerja yang berbentuk konis/tirus. Penyayatan yang beralur dengan kecepatan dan putaran tertentu dapat menghasilkan alur yang teratur seperti membubut ulir. Penyayatan dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam. Penyayatan yang dilakukan dari luar disebut membubut luar(outside turning), sedangkan penyayatan yang dilakukan dibagian dalam atau pada lubang disebut membubut dalam(inside turning). Bubut dalam berupa rongga, ulir dalam, lubang tembus, atau lubang tidak tembus.

Gerakan utama mesin bubut:
  • Gerkan berputar benda kerja (putaran utama), disebut cutting motion
  • Gerakan pahat menyayat benda kerja disebut feed motion
  • Gerakan pahat maju sesuai dengan kedalaman pemakanan disebut adjusting motion

Jenis-Jenis Mesin Bubut
Ditinjau dari  daya penggerak dan ukurannya, mesin bubut dikelompokkan sebagai berikut.
  1. Mesin Bubut Ringan
Mesin bubut ringan adalah mesin bubut dengan daya dan ukuran serta bobot yang ringan. Mesin ini biasanya diletakkan diatas meja atau bangku, sehingga disebut mesin bubut lantai.
 


  1. Mesin Bubut Sedang
Mesin bubut sedang adalah mesin bubut yang mempunyai daya dan kapasitas serta ukuran sedang. Mesin ini digunakan untuk memperbaiki peralatan-peralatan teknik yang mempunyai ukuran yang sedang. Mesin bubut sedang terdiri atas mesin bubut Bantu dan mesin bubut lantai. Pada mesin bubut sedang dimungkinkan untuk membubut produk yang mempunyai benda kerja dengan bentuk yang lebih bervariasi.

  1. Mesin Bubut Standar
Konstruksi mesin bubut standar mempunyai ukuran lebih besar dan peralatan yang lebih lengkap. Mesin ini digunakan untuk membuat produk atau memperbaiki peralatan-peralatan teknik dengan tingkat kekasaran yang standar. Ditinjau dari transmisi dan daya penggerak sumbu utamanya, terdiri atas
a.       Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Sabuk
Mesin bubut yang hubungan antara putaran dari motor penggerak ke sumbu utamanya menggunakan sabuk (belt).


b.      Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Rantai
Mesin bubut standar yang hubungan puatran motor penggerak ke poros utamanya menggunakan transmisi rantai dan roda rantai.

c.       Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Gigi
Mesin bubut standar yang hubungan putaran dari motor penggerak kesumbu utamanya diatur dengan roda gigi yang terpasang pada roda gigi transmisi.


  1. Mesin Bubut Khusus
Mesin bubut khusus adalah mesin bubut yang digunakan untuk membuat atau memperbaiki alat-alat teknik yang tidak dapat dikerjakan pada mesin bubut standar. Mesin bubut khusus terdiri atas:
a.       Mesin Bubut Beralas Panjang
Mesin bubut beralas panjang biasa digunakan untuk mengerjakan poros-poros atau benda kerja yang berukuran panjang. Misalnya: poros-poros kapal laut, poros-poros untuk peralatan alat-alat pada pekerjaan tambang, dan semacamnya.



b.      Mesin Bubut Carrousel
Mesin bubut carrousel adalah mesin bubut yang sumbu utamanya vertikal dan cekam berbentuk meja putar. Benda kerja diletakkan diatas meja putar dan pahat dapat digerakan ke arah vertikal maupun kearah melintang. Mesin bubut carrousel dgunakan untuk membubut benda-benda kerja yang mempunyai diameter besar dengan ukuran antara 1 m sampai dengan 2 m.


Sedangkan untuk mesin bubut carrousel yang berukuran kecil dpat membubut benda kerja yang mempunyai ukuran antara 300 mm sampai dengan 400mm. Mesin bubut carrousel mempunyai keungulan dibandingkan dengan mesin bubut horizontal biasa. Beberapa kelebihan mesin bubut carrousel dibandingkan degan mesin bubut horizontal biasa, antara lain:
Ø  Mesin bubut carrousel tidak memerlukan tempat yang luas dibandingkan dengan mesin bubut biasa karena arahnya vertical (keatas).
Ø  Mesin bubut carrousel dapat menahan beban lebih besar.
Ø  Pengencangan pada mesin bubut carrousel jauh lebih ringan dibandingkan dengan mesin bubut horizontal. Hal ini dikarenakan benda kerja ditempatkan diatas meja putar.
Ø  Benda kerja pada mesin bubut carrousel dilayani dengan menggunakan cran. Benda-benda kerja yang dapat dikerjakan pada mesin carrousel antara lain: rumah-rumah blower, rumah turbin dan semacamnya.

a).  Mesin Bubut Revolver
Mesin bubut revolver disebut juga mesin bubut turret. Pada mesin bubut revolver terdapat pemegang pahat yang banyak, dengan kedudukan dan macam pahat yang berbeda dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

b). Mesin Poros Engkol
Mesin bubut poros engkol adalah mesin bubut yang digunakan untuk memperbaiki atau membuat benda kerja yang eksentrik, misalnya: poros eksentrik atau poros engkol.


c). Mesin Bubut Copy
Mesin bubut copy adalah mesin bubut yang membentuk benda kerja dengan menggunakan contoh (maket). Pengoperasiannya dilakukan dengan cara mengcopy dari maket yang telah dibuat sebelumnya.

Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.